A. Peranan Komunikasi dalam Bisnis
1. Komunikasi dengan Pasar
Penyelenggara komunikasi dengan pasar, merupakan suatu syarat mutlak bagi setiap produsen yang menghasilkan produk secara besar-besaran yang ditujukan kepada kepada para konsumen yang tidak dikenalnya. Penyelenggaraan komunikasi dengan pasar juga berarti suatu syarat mutlak bagi setiap pengusaha yang ingin menjamin kelangsungan hidup perusahaannya dan terus maju berkembang.
2. Konsep Dasar dan Peranan
Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi organisasi dapat macet dan berantakan. Para pemimpin organisasi dan para komunikator dalam organisasi perlu memahami dan menyempurnakan kemampuan komunikasi mereka (Kohler 1981). Untuk memahami komunikasi ini dengan mudah, perlu terlebih dahulu mengetahui konsep-konsep dasar komunikasi.
B. Tujuan dari Komunikasi dalam Bisnis
Tujuan Komunikasi
Komunikasi merupakan sesuatu yang sangat pokok dalam setiap hubungan seseorang dengan orang lain, begitu pula dalam suatu organisasi terjadinya komunikasi tentunya mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan-tujuan dari komunikasi tersebut antara lain:
· Menentapkan dan menyebarkan maksud dari suatu kegiatan.
· Untuk mempengaruhi sikap dan perilaku orang-orang secara individu maupun kelompok-kelompok di dalam suatu organisasi
· Mengembangkan rencana-rencana untuk mencapai tujuan.
· Mengorganisasikan sumber-sumber daya manusia dan sumber daya lainnya seperti efektif dan
efisien.
· Memilih, mengembangkan, menilai anggota di dalam komunikasi tersebut.
· Memimpin, mengarahkan, memotivasi dan menciptakan suatu iklim kerja di mana setiap orang
mau memberikan kontribusi.
C. Umpan Balik dan Bentuk-bentuknya
Keberhasilan komunikasi bila ditinjau dari segi keilmuan, maka dapat ditelaah berdasarkan unrsur-unsur yang ada di dalamnya, yaitu komunikator, pesan, media, komunikan, dan umpan balik. Kelima unsur yang merupakan hasil kajian Harold Laswell ini saling berkaitan dan mempengaruhi. Di antara kelima unsur ini, umpan balik merupakan unsur yang paling penting dalam menentukan keberhasilan komunikasi.
Umpan balik yang ditimbulkan dalam proses komunikasi memberikan gambaran kepada komunikator tentang seberapa berhasil komunikasi yang dilakukannya. Jadi, umpan balik (feedback) merupakan satu-satunya elemen yang dapat ’menjudge’ apakah komunikasi yang telah berlangsung berhasil atau gagal. Umpan balik (feedback) dapat berupa macam-macam seperti hasil (pelaksanaan suatu tugas), laporan, sikap yang timbul, pertanyaan, reaksi dan sebagainya. Sebagaimana pesan, maka umpan balik juga dapat berupa tulisan, lisan, peragaan dan lain sebagainya. Ada 9 jenis umpan balik, yaitu:
· External feedback: umpan balik yang diterima langsung oleh komunikator dari komunikan.
· Internal feedback: umpan balik yang diterima komunikator bukan dari komunikan, tapi dari pesan
itu sendiri atau dari komunikator itu sendiri.
· Direct feedback atau immediate feedback: umpan balik langsung dalam suatu komunikasi,
komunikan menggerakan salah satu anggota badannya.
· Indirect feedback atau delayed feedback: umpan balik dalam bentuk surat kepada redaksi surat
kabar, penyiar radio, dan lain-lain.
· Inferential feedback: umpan balik yang diterima dalam komunikasi massa yang disimpulkan sendiri oleh komunikator meskipun secara tidak langsung akan tetapi cukup relevan dengan pesan yang disampaikan.
· Zero feedback: umpan balik yang disampaikan oleh komunikan namun tidak dipahami oleh
komunikator.
· Neutral feedback: umpan balik yang netral berarti bahwa informasi yang diterima kembali oleh
komunikator tidak relevan dengan pesan yang disampaikan semula.
· Positive feedback: komunikasi yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan mendapat
tanggapan positif.
· Negative feedback: komunikasi yang disampaikan oleh komunikator mendapat tantangan dari
komunikan.
D. Kesalahpahaman dalam Berkomunikasi
Ada kesalahpahaman antara komunikator dan komunikan, yaitu :
1. Masalah dalam pengembangan pesan: Adalah dalam memformulasikan suatu pesan. Masalah yang
timbul dapat berupa munculnya keraguan tentang isi pesan, kurang terbiasa dengan situasi yang
ada atau penerima, adanya pertentangan emosional, atau kesulitan dalam mengekspresikan ide
atau gagasan.
2. Masalah dalam menyampaikan pesan: Adalah faktor phisik. Misalnya sambungan kabel yang jelek,
akustik yang lemah dan tindasan yang tak terbaca, dan bila dua belah pusan yang disampaikan
mempunyai arti yamg saling berlawanan.
3. Masalah dalam menerima pesan: Adanya persaingan antara penglihatan dengan suara, kursi yang
tidak nyaman, lampu yang kurang terang, dan kondisi lain yang dapat mengganggu konsentrasi
penerima.
4. Masalah dalam menafsirkan pesan: Masalah terbesar sebenarnya adalah pada mata rantai terakhir,
yaitu penerima pesan menafsirkan suatu pesan.
E. Memperbaiki Komunikasi dalam Organisasi
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual. Untuk dapat melakukan komukiasi yang efektif diperlukan beberapa persyaratan, yaitu:
· Persepsi. Seorang komunikator yang cerdas harus dapat memprediksi apakah pesan-pesan yang
akan disampaikannya dapat diterima oleh komunikan atau tidak.
· Ketepatan. Secara umum, audiens mempunyai suatu kerangka berpikir yang jelas. Agar komunikasi
yang dilakukan mencapai sasaran, seseorang perlu mengungkapkan sesuatu sesuai dengan apa
yang ada dalam kerangka berpikir mereka. Apabila hal itu diabaikan, yang muncul adalah
kesalahan dalam komunikasi (miscommunication).
yang ada dalam kerangka berpikir mereka. Apabila hal itu diabaikan, yang muncul adalah
kesalahan dalam komunikasi (miscommunication).
· Kredibilitas. Dalam berkomunikasi, komunikator perlu memiliki suatu keyakinan dan optimism
yang tinggi bahwa audiensnya adalah orang-orang yang dapat dipercaya. Demikian
pula,komunikator harus mempunyai suatu keyakinan bahwa substansi atau inti pesan yang ingin
disampaikan kepada pihak lain benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Di samping
itu, komunikator juga harus memahami dengan baik apa maksud dan tujuan penyampaian suatu
pesan tersebut.
· Pengendalian. Dalam berkomunikasi, audiens akan memberikan suatu reaksi atau tanggapan
terhadap pesan yang disampaikan. Reaksi mereka dapat membuat komunikator tertawa, menangis,
bertindak, mengubah pikiran, atau lemah lembut. Hal ini ditentukan oleh intensitas reaksi yang
dilontarkan audiens terhadap apa yang disampaikan oleh komunikator. Sebaliknya, reaksi audiens
bergantung pada berhasil atau tidaknya komunikator mengendalikan audiensnya saat melakukan
komunikasi.
· Keharmonisan/keserasian. Komunikator yang baik tentu akan selalu dapat menjaga hubungan
persahabatan yang baik dengan audiens sehingga komunikasi dapat berjalan lancar dan mencapai
tujuan. Seorang komunikator yang baik juga akan menghormati dan berhasil memberi kesan yang
baik kepada audiensnya
Sumber: