BAB IV
JENIS JENIS KOMUNIKASI
4.1 KOMUNIKASI MENURUT PENYAMPAIANNYA
Pada dasarnya manusia merupakan makhluk individu dan
juga makhluk sosial. Kiranya kita tidak perlu sulit untuk mengenali cara-cara
penyampaian informasi dalam komunikasi, karena pada dasarnya kita telah
melakukannya dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut cara penyapaian informasi dapat dibedakan
menjadi :
- Komunikasi
Lisan.
- Yang
terjadi secara langsung dan tidak dibatasi oleh jarak, dimana ke dua belah
pihak dapat bertatap muka.
- Yang
terjadi secara tidak langsung karena dibatasi oleh jarak.
- Komunikasi
Tertulis.
- Yang
dilaksanakan dalam bentuk surat dan dipergunakan untuk menyampaikan yang
beritanya singkat. Jelas tetapi dipandang perlu untuk ditulis dengan
maksud tertentu.
- Naskah,
yang biasanya dipergunakan untuk menyampaikan berita yang bersifat komplek
- Blangko-blangko,
yang dipergunakan untuk mengirimkan berita dalam suatu daftar.
- Gambar
dan foto, Karena tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata atau kalimat.
- Spanduk,
yang biasa dipergunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang banyak.
Dalam berkomunikasi secara tertulis, sebaiknya
dipertimbagkan maksud dan tujuan komunikasi itu dilaksanakan. Dan perlu
juga resiko dari komunikasi tertulis tersebut aman dan mudah dimengerti .
4.2 KOMUNIKASI MENURUT KELANGSUNGANNYA
Di dalam proses komunikasi dapat kita ketahui
terjadinya interaksi dua belah pihak tersebut sebagai berikut :
- Komunikasi
Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan secara langsung
tanpa bantuan perantara orang ketiga ataupun media komunikasi yang ada dan
tidak dibatasi oleh jarak.
- Komunikasi
Tidak Langsung
Proses komunikasinya dilaksanakan dengan bantuan pihak
ketiga atau bantuan alat-alat atau media komunikasi.
4.3 KOMUNIKASI MENURUT PERILAKU
Komunikasi merupakan hasil belajar manusia yang
terjadi secara otomatis, sehingga dipengaruhi oleh perilaku maupun posisi
seseorang. Menurut perilaku, komunikasi dapat dibedakan menjadi :
- Komunikasi
Formal.
Komunikasi yang terjadi diantara anggota organisasi
atau perusahaan yang tata caranya telah diatur dalam sruktur organisasinya.
- Komunikasi
Informal.
Komunikasi yang terjadi di dalam suatu organisasi atau
perusahaan yang tidak ditentukan dalam struktur organisasi dan tidak mendapat
pengakuan resmi yang mungkin tidak berpengaruh terhadap kepentingan organisasi
atau perusahaan, misalnya kabar burung, desas-desus dan sebagainya.
- Komunikasi
Nonformal.
Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang
bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang bertujuan dengan
pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi.
Maka telah diketahui bahwa komunikasi formal, informal
dan nonformal saling berhubungan, dimana komunikasi nonformal merupakan
jembatan antara komunikasi formal dengan komunikasi informal yang dapat
memperlancar penyelesaian tugas resmi, serta dapat mengarahkan komunikasi
informal kepada informasi formal.
4.4 KOMUNIKASI MENURUT MAKSUDNYA
Bila diperhatikan dengan seksama, maka dapat diketahui
bahwa komunikasi dapat terlaksana bila terdapat inisiatif dari komunikator maka
maksud terlaksananya komunikasi lebih banyak ditentukan oleh komunikator
tersebut. Menurut maksud dilakukan komunikasi dapat dibedakan sebagai berikut :
- Pidato
- Ceramah
- Memberi
perasaran
- Wawancara
- Memberi
perintah atau tugas
Dengan demikian jelas bahwa inisiatif komunikator
menjadi faktor penentu, demikian pula kemampuan komunikator tersebutlah yang
memegang peranan keberhasilan proses komunikasinya.
4.5 KOMUNIKASI MENURUT RUANG LINGKUPNYA
Ruang lingkup terjadinya komunikasi merupakan batasan jenis
komunikasi ono. Maka dalam komunikasi menurut ruang lingkup dapat dibedakan
sebagai berikut :
- Komunikasi
Internal.
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau
lingkungan organisasi atau perusahaan yang terjadi diantara anggota organisasi
atau perusahaan tersebut saja.
Komunikasi internal dapat dibedakan menjadi 3 macam
yaitu : (1) Komunikasi vertikal, (2) Horizontal, dan (3) Diagonal.
- Komunikasi Eksternal.
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi kepada
pihak masyarakat yang ada di luar organissi atau perusahaan tersebut.
Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk :
- Eksposisi, pameran, promosi, publikasi, dan
sebagainya.
- Komperensi pers
- Siaran televise, radio, dan sebagainnya.
- Bakti social, pengabdian pada masyarakat, dan
sebagainnya.
Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapatkan
pengertian, kepercayaan, bantuan dan kerjasamadengan masyarakat.
4.6 KOMUNIKASI MENURUT ALIRAN
INFORMASI
Komunikasi menurut aliran informasi dapat dibedakan
sebagai berikut :
- Komunikasi
satu arah.
Komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja.
- Komunikasi
dua arah.
Komunikasi yang bersifat timbale balik, dalam hal ini
komunikasi diberi kesempatan untuk memberikan respons atau feedbeck kepada
komunikatornya.
- Komunikasi ke atas.
Komunikasi yang terjadi dari bawahan kepada atasan
- Komunikasi
ke bawah.
Komunikasi yang terjadi dari atasan kepada bawahan.
- Komunikasi kesamping.
Komunikasi yang terjadi diantara orang yang memiliki
kedudukan sejajar. Dengan demikian arah informasi tersebut akan dianut sebagai
bentuk interaksi komunikasinya.
4.7 KOMUNIKASI MENURUT JARINGAN KERJA
Di dalam sebuah organisasi atau perusahaan komunikasi
akan terlaksana neburut sistem yang ditetapkanya dalam jaringan kerja.
Komunikasi menurut jaringan kerja ini dapat dibedakan
menjadi
- Komunikasi jaringan kerja rantai.
Komunikasi terjadi menurut saluran hirarchi organisasi
dengan jaringan komando sehingga mengikuti pola komunikasi formal.
- Komunikasi
jaringan kerja lingkaran.
Komunikasi terjadi melalui saluran komunikasi yang
berbentuk seperti lingkaran.
- Komunikasi jaringan bintang.
Komunikasi yang terjadi melalui satu sentral dan
saluranya yang dilalui lebih pendek.
4.8 KOMUNIKASI MENURUT PERANAN INDIVIDU
Komunikasi yang dilakukan seseorangkepada pihak-pihak
lain baik secara kelompok maupun secara individual. Dalam komunikasi ini
peranan individu sangat mempengaruhi keberhasilan proses komunikasinya. Ada
beberapa macam antara lain :
- Komunikasi antara individu dengan individu yang
lain
- Komunikasi antara individu dengan lingkungan yang
lebih luas
- Komunikasi antara individu dengan dua kelompok
atau lebih
4.9 KOMUNIKASI MENURUT JUMLAH PELAKU
DALAM KOMUNIKASI TERSEBUT
Komunikasi yang selalu terjadi diantara sesama manusia
baik perorangan maupun kelompok. Jumlah yang berkomunikasi akan mempengaruhi
proses komunikasi itu sendiri, disamping sifat dan tujuan komunikasi itu
dilaksanakan. Untuk itu dapat dibedakan sebagai berikut :
- Komunikasi perseorangan.
Komunikasi yang terjadi secara perseorangan atau
individual antara pribadi dengan pribadi tentang permasalahan yang bersifat
pribadi juga.
- Komunikasi kelompok .
Komunikasi yang berlangsung dalam suatu kelompok atau
group tentang masalah-masalah yang menyangkut kepentingan banyak orang dalam
kelompok.
Sumber :
- Djoko
Purwanto, 2003, Komunikasi Bisnis, Penerbit Erlangga, Jakarta.
- Curtis,
Dan B;Floyd, James J;Winsor, Jerry L, 1999, Komunikasi Bisnis dan
Profesional, Penerbit Remaja Rosda Karya, Bandung.
- Guffey,Mary
Ellen; Rhodes, Kathleen; Rogin, Patricia,2006, Komunikasi Bisnis :
Proses dan Produk Buku 1 dan 2, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
- http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/komunikasi_bisnis/bab2-macam_macam_komunikasi.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar